Lifestyle

07 07 2021

Panduan Isolasi Mandiri Menurut Tenaga Medis Selama Masa PPKM Darurat

Semangat ya, peluk virtual dari sini :)

91 Views

Panduan Isolasi Mandiri Menurut Tenaga Medis Selama Masa PPKM Darurat

Kasus covid-19 di Indonesia kian meningkat sejak varian delta mulai menyebar. Tercatat per tanggal 5 Juli 2021, data yang dikumpulkan oleh JHU CSSE COVID-19 jumlah kasus baru covid-19 mencapai 29.745.

 

Melonjaknya kasus covid-19 setiap harinya membuat berbagai rumah sakit penuh dan akhirnya isolasi mandiri menjadi alternatif yang disarankan oleh tenaga medis, khusus bagi kasus pasien covid-19 bergejala ringan. 

 

Namun isolasi mandiri tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa aturan yang perlu kamu terapkan agar tidak menularkan ke anggota keluarga lain dan memastikan asupan obat hingga vitamin tercukupi.

 

Baca Juga
Kenali Gejala dari Virus Corona Varian Delta dan Cara Pencegahannya

Panduan isolasi mandiri menurut tenaga medis

undefined

Setelah dinyatakan positif covid-19, pasien yang memiliki gejala ringan wajib melakukan isolasi mandiri di rumah. Ada banyak informasi yang menyebar tentang bagaimana melakukan isolasi mandiri di media sosial, tapi kamu harus selektif dalam memilih informasi tersebut karena tidak semuanya benar. Agar isolasi mandiri aman berikut panduan isolasi mandiri yang benar menurut tenaga medis. 

1. Pastikan ruangan dan alat makan tidak tercampur dengan anggota lain

undefined

Memastikan ruangan dan alat makan tidak bercampur dengan anggota lain jadi syarat pertama isolasi mandiri. Pastikan juga ruangan yang kamu gunakan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik.

 

Selain itu sebisa mungkin agar menggunakan kamar mandi yang terpisah. Tapi jika tidak memungkinkan pastikan lakukan disinfeksi rutin permukaan yang sering disentuh, agar aman saat digunakan oleh anggota lain.  

2. Konsultasi dengan dokter atau puskesmas terkait

undefined

Sebagian orang merasa kesulitan untuk mendapat perawatan dari puskesmas saat mereka dinyatakan positif. Jika kamu mengalami hal yang sama cobalah untuk konsultasi ke dokter secara online lewat program Telemedicine atau mendaftarkan diri ke beberapa rumah sakit yang memiliki layanan konsultasi online

 

Beberapa aplikasi yang masuk ke dalam program Telemedicine seperti Halodoc, Good Doctor, Alodokter, Klik Dokter, dan beberapa alikasi kesehatan lainnya bisa kamu gunakan untuk melakukan layanan konsultasi dan mendapatkan obat secara gratis. 

 

Baca Juga
Panduan Melakukan Telemedicene Bagi Pasien Covid-19

 

Bagi kamu yang ingin melakukan konsultasi dan membeli obar secara mandiri, Rumah Sakit Hermina Kemayoran membuka layanan konsultasi dengan dokter spesialis lewat Google Meeting. Pasien diwajibkan untuk membayar Rp193.000 untuk konsultasi dan membuat janji terlebih dahulu ke nomor WhatsApp 0813-8915-8479. 

3. Rutin berjemur menggunakan masker

undefined

Menurut dokter spesialis kulit dan staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNPAD/RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr R.M. Rendy Ariezal Effendi, SpDV, tujuan utama untuk berjemur untuk mendapat vitamin D bagi tubuh. 

 

Waktu terbaik agar kamu mendapatan parapan ultraviolet B (UVB) secara optimal yang mampu meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh adalah di atas jam 10 pagi. Namun kamu perlu menggunakan sunblock agar kulitmu tetap terlindungi.

4. Sediakan alat termometer & pulse oximeter

undefined

Agar memastikan kondisimu tetap aman,  dr Paulus Arka Triyoga, SpP, Dokter Spesialis Paru dari Eka Hospital Cibubur menganjurkan untuk memiliki termometer dan pulse oximeter saat isolasi mandiri.

 

Termometer untuk memastikan suhu tubuhmu deman atau tidak, sehingga kamu bisa langsung mengonsumsi obat penurun panas. Sementara pulse oximeter digunakan untuk mengecek saturasi oksigen secara berkala.

 

Saat saturasi oksigenmu di bawah 95, segera ditangani dengan pemberian oksigen melalui selang atau masker oksigen. Jika kamu tidak memiliki tabung oksigen di rumah, segera ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

5. Rutin mencuci hidung dengan cairan NHCL

undefined

Hidung tersumbat atau pilek jadi salah satu gejala yang sering dialami oleh pasien covid-19. Selain mengonsumsi obat secara teratur, melakukan tindakan mencuci hidung atau dikenal dengan sebutan irigasi hidung akan sangat membantu. 

 

Dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan, Erlang Samoedro mengatakan mencuci hidung mampu mengurangi gejala anosmia atau kehilangan kemampuan indera penciuman bagi pasien covid-19. 

 

Kamu hanya perlu menyiapkan cairan NHCL dan spuit untuk melakukan kegiatan ini. Pertama gunakan spuit dan isi dengan cairan NHCL, kemudian masukan spuit yang berisi cairan NHCL ke dalam hidung sebelah kanan secara perlahan dan biarkan cairan tersebut ke luar dari lubang hidung sebelah kiri serta tenggorokan kamu. 

 

Panduan isolasi mandiri yang dirangkum dari berbagai anjuran tenaga medis ini akan sangat membantu kamu. Pastikan kamu tidak menerima tamu, selalu menggunakan masker, dan tetap jaga jarak meski di rumah saja.

 

Selain itu kamu perlu melepaskan pikiran dan menerima kondisi kamu sekarang karena menjadi pasien covid-19 bukanlah akhir dari segalanya. Kamu harus bisa menjadi pikiran dan perasaan agar tetap merasa bahagia sehingga daya imun cepat pulih agar mempercepat proses kesembuhan. Stay happy and stay healthy :)

 

Baca Juga
AstraZeneca: Vaksin Asal Inggris dengan Efikasi 76 Persen
Berlatih Mindfulness Bagi Kesehatan Mental Selama Pandemi

Topik Terkait

loading