Business Tips

08 02 2023

Mengenal CPM dan RPM: Penghasilan Para Content Creator dan Influencer

Ayo cari tau kunci suksesnya!

3.417 Views

Mengenal CPM dan RPM: Penghasilan Para Content Creator dan Influencer

Menjadi content creator atau influencer memang menyenangkan, tetapi jika kamu ingin menghasilkan uang dari kegiatan tersebut, kamu perlu memahami istilah-istilah penting seperti CPM dan RPM yang sering muncul dalam dunia internet. Singkatnya CPM (Cost Per Mille) dan RPM (Revenue Per Mille) adalah ukuran biaya dan pendapatan per seribu tampilan pada video yang kamu unggah.

 

Dengan memahami dan mengoptimalkan CPM dan RPM, kamu dapat meningkatkan pendapatan melalui YouTube dan menjadi content creator atau influencer yang sukses. Jika kamu tertarik untuk mempelajari CPM dan RPM serta bagaimana cara mendapatkan adsense dari YouTube, simak pembahasan HIGO berikut ini.

Apa itu CPM?

undefined

CPM (Cost Per Mille) adalah istilah yang digunakan untuk mengukur biaya per seribu tampilan pada iklan online. Dalam hal ini, "mille" berarti seribu. Oleh karena itu, CPM mengacu pada berapa banyak uang yang harus dibayar oleh pengiklan untuk setiap seribu tampilan iklan pada video yang kamu unggah di saluran YouTube kamu.

 

Semakin tinggi CPM kamu, maka akan semakin banyak uang yang akan kamu dapatkan setiap seribu kali penayangan iklan pada video kamu. Ada pula beberapa faktor yang memengaruhi CPM, seperti niche, target demografis, dan kualitas video. Content creator dan influencer yang memiliki video dengan niche dan target demografis yang jelas akan memiliki CPM yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.

Apa itu RPM?

undefined

RPM (Revenue Per Mille) adalah istilah yang digunakan untuk mengukur pendapatan kamu per seribu tampilan pada video yang kamu unggah. RPM dibentuk dari CPM yang kamu terima dari pengiklan, dikurangi dengan pajak dan biaya lain yang dikenakan oleh Google AdSense. Artinya semakin tinggi RPM kamu, maka semakin banyak uang yang akan kamu dapatkan dari setiap seribu tampilan pada video.

 

RPM sangat penting bagi content creator dan influencer yang ingin menghasilkan uang melalui YouTube. Alasannya adalah karena dengan memahami RPM, kamu dapat memastikan bahwa kamu menerima pembayaran yang sesuai untuk setiap video yang ada di saluran YouTube kamu. 

 

Baca Juga

Memahami Green Marketing untuk Membangun Unique Selling Point

Tips Membuat Iklan Luar Ruang yang Menarik Perhatian Audiens

 

Cara menghitung pendapatan dari YouTube

undefined

Setelah sebelumnya kamu sudah mengetahui apa itu CPM dan RPM, maka langkah berikutnya kamu sudah bisa menghitung berapa pendapatan yang bisa kamu dapatkan dari setiap video yang kamu unggah. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat penjelasan tentang cara menghitung di bawah ini.

 

1. Tentukan CPM 

CPM adalah biaya per seribu tampilan pada iklan pada video kamu. Kamu dapat menemukan informasi ini dalam laporan AdSense atau dari pemasok iklan lainnya.

 

2. Hitung jumlah tampilan video

Tentukan berapa banyak tampilan video kamu dalam periode tertentu. Misalnya, jika kamu memiliki 10.000 tampilan pada video dalam sebulan, maka kamu akan memiliki 10.000/1.000 = 10 CPM.

 

3. Tentukan RPM Anda

RPM adalah pendapatan per seribu tampilan pada video kamu. Kamu dapat menemukan informasi ini dalam laporan AdSense.

 

4. Hitung pendapatan Anda

Gunakan rumus berikut untuk menghitung pendapatan kamu: RPM x CPM = Pendapatan. Misalnya, jika RPM kamu adalah $3 dan CPM kamu adalah $2, maka pendapatan kamu dari YouTube adalah $3 x 10 = $30.

 

Hal lain yang perlu kamu ingat setelah menghitung pendapatan dari saluran YouTube kamu adalah bahwa ada biaya lain seperti pajak dan biaya AdSense yang akan dikenakan. Jadi hal tersebut akan memengaruhi pendapatan akhir kamu dari YouTube nantinya.

 

Faktor-faktor yang memengaruhi CPM dan RPM

undefined

Tidak setiap orang memiliki CPM dan RPM yang sama pada saluran YouTube mereka. Perbedaan tersebut didasari dari beberapa faktor seperti berikut ini.

 

1. Niche

Niche atau topik video kamu akan memengaruhi CPM dan RPM. Niche yang memiliki tingkat kompetisi tinggi dan tingkat minat penonton yang tinggi cenderung memiliki CPM dan RPM yang lebih tinggi.

 

2. Lokasi

Lokasi penonton juga dapat memengaruhi CPM dan RPM. Negara-negara dengan tingkat pendapatan tinggi biasanya memiliki CPM dan RPM yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara dengan tingkat pendapatan rendah.

 

3. Jenis Iklan

Jenis iklan yang ditampilkan pada video di saluran YouTube kamu juga memengaruhi CPM dan RPM. Iklan yang memiliki tingkat klik tinggi dan tingkat konversi tinggi biasanya memiliki CPM dan RPM yang lebih tinggi.

 

4. Volume Traffic

Volume traffic atau jumlah tayangan video kamu juga memengaruhi CPM dan RPM. Semakin banyak tayangan yang kamu miliki, semakin besar peluang untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi melalui CPM dan RPM.

 

5. Kualitas Video

Kualitas video yang kamu unggah juga memengaruhi CPM dan RPM. Video yang berkualitas tinggi dan bermanfaat biasanya memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi dan CPM dan RPM yang lebih tinggi.

 

6. Audiens

Demografi audiens kamu juga rupanya memengaruhi CPM dan RPM, lho. Audiens dengan tingkat pendapatan tinggi biasanya memiliki CPM dan RPM yang lebih tinggi dibandingkan audiens dengan tingkat pendapatan rendah.

 

7. Segmentasi Iklan

Segmentasi iklan yang dipilih juga dapat memengaruhi CPM dan RPM. Iklan yang dirancang untuk audiens yang lebih spesifik biasanya memiliki tingkat klik dan tingkat konversi yang lebih tinggi, sehingga CPM dan RPM juga lebih tinggi.

 

8. Durasi Video

Durasi video juga mempengaruhi CPM dan RPM. Video yang lebih panjang biasanya memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi dan CPM dan RPM yang lebih tinggi. Namun, video yang terlalu panjang juga bisa membuat penonton cepat bosan, sehingga mempengaruhi tingkat engagement dan CPM dan RPM.

Kamu telah melihat bahwa kedua konsep dari CPM dan RPM merupakan faktor penting yang memengaruhi pendapatan content creator dan influencer di YouTube. CPM merupakan jumlah uang yang diterima setiap 1,000 tayangan iklan, sementara RPM adalah pendapatan rata-rata per 1,000 tayangan iklan dalam hal pendapatan yang bersih setelah pemotongan biaya AdSense.

 

Semoga dengan memahami konsep CPM dan RPM, kamu dapat membuat keputusan yang tepat untuk memaksimalkan pendapatan dari AdSense YouTube. Namun, selalu ingat bahwa pendapatan dari AdSense bisa berubah setiap waktu dan bergantung pada berbagai faktor. Oleh karena itu, selalu up-to-date dengan perkembangan AdSense dan terus mencari peluang untuk meningkatkan pendapatan kamu ya.

 

Baca Juga

Seberapa Efektif Iklan OOH di Tengah Gempuran Sosial Media

Pentingnya Personal Branding Bagi Seorang Pemilik Brand

 

Topik Terkait

loading