Lifestyle

15 09 2022

Cara Mengasah Critical Thinking dalam Keseharian

Critical thinking bantu kamu menemukan berbagai masalah

448 Views

Cara Mengasah Critical Thinking dalam Keseharian
Sebagai negara dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang berjuang melawan berbagai informasi palsu atau hoax. Setidaknya ada 8.492 aduan konten yang masuk ke Keminfo di bulan November 2020. Angka tersebut ternyata jauh lebih sedikit ketimbang bulan Januari dengan jumlah aduan konten mencapai angka 21.305.
 
Indonesia memang jadi negara yang rentan dengan berita palsu atau hoax. Hal ini terbukti dari survei yang dilakukan oleh Kantar TNS dalam riset Connected Life 2017, setidaknya ada 61 persen masyarakat Indonesia dengan senang hati mempercayai informasi yang mereka peroleh. 
 
Mudahnya mempercayai berbagai informasi yang tersebar di media sosial, tanpa memvalidasinya terlebih dahulu menandakan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk menerapkan critical thinking masih tergolong rendah. 
 
Lantas apa itu critical thinking? Mengutip The Foundation For Critical Thinking, secara mudahnya critical thinking adalah proses menganalisa, mengevaluasi informasi yang didapatkan untuk dilakukan observasi sebagai panduan untuk mempercayai suatu hal dan akhirnya melakukan tindakan. 

Cara membaca berita dengan menerapkan critical thinking

Berita hoax yang tersebar di media sosial memang begitu menarik untuk disebar luaskan. Belum lagi penggunaan judul yang membuat penasaran dan terkesan bias. Fenomena seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Faktanya, penelitian yang diterbitkan oleh MIT News menemukan, cerita palsu tersebar 600 persen lebih cepat ketimbang cerita fakta di media sosial.
 
Kemudahaan penyebaran berita palsu yang bisa kamu temui di media sosial mengharuskan kamu berpikir kritis sebelum mempercayai berita yang dibaca. Setidaknya ada beberapa langkah yang perlu kamu lakukan saat membaca berita di media sosial agar tidak mudah termakan hoax
 

1. Lihat kredibilitas dari penulis dan media

undefined
Tak bisa dipungkiri ada banyak website atau portal berita yang bisa kamu akses dengan mudah untuk mendapatkan berita. Sebelum membaca berita tersebut, pastikan kamu memilih media yang kredilitas. 
 
Media dengan kredibilitas yang baik, tidak akan membiarkan penulisnya membuat berita palsu yang penuh dengan kontroversi. Mereka akan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sebelum menerbitkan sebuah berita. Ini karena setiap berita yang diterbitkan harus bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

2. Lihat alasan yang dikemukakan penulis

undefined
Setiap berita yang diterbitkan pasti memiliki misi dari sang penulis. Entah itu untuk meyakinkan, mendukung, atau membantah suatu hal. Saat membaca suatu berita, kamu harus lihat alasan yang dikemukakan oleh sang penulis. Apakah penulis menggunakan fakta, teori, atau opini. Kamu harus berpikir kritis sebelum memutuskan untuk mempercayai berita tersebut. 
 
Berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, fakta adalah sesuatu yang dapat dibuktikan keberaadaanya, teori untuk dibuktikan sebagai sebuah rujukan, sedangkan opini itu pendapat yang dikemukakan dari penulis.
 
Jika kamu bisa memahami ketiga hal di atas saat membaca berita, kamu sudah bisa menerapkan critical thinking dalam membaca berita.
 

3. Cermati bahasa yang digunakan penulis

undefined
Agar membuat berita yang disajikan layak untuk dibaca, biasanya penulis akan memasukkan berbagai fakta hingga opini dan merangkumnya menjadi berita yang menarik. Untuk melatih critical thinking, kamu perlu untuk mencermati bahasa yang digunakan penulis. 
 
Tujuannya untuk mengetahui apakah penulis menggunakan argumen atau alasan yang jelas, netral, dan tidak emosional dalam penulisan berita tersebut.

Manfaat menerapkan critical thinking

Saat menerapkan critical thinking dalam membaca berita mungkin kamu akan terhindar dari hoax, tapi jika kamu menerapkan berpikir kritis dikeseharian ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan.
 

1. Mengambil keputusan dengan tidak emosional

undefined
Bagi seseorang yang lebih sering menggunakan perasaan, pasti sering dihadapkan pada pilihan yang sulit untuk mengambil keputusan. Di saat tersebut, berpikir kritis akan sangat membantu kamu untuk memilih mana keputusan yang lebih baik.
 
Kamu tidak melibatkan emosi dan mengedepankan fakta serta pemikiran yang logis untuk mengambil keputusan yang terbaik. Kamu akan menganalisa serta mengevaluasi dengan cermat setiap kemungkinan yang bisa terjadi sebelum mengambil keputusan.

2. Lebih terbuka dalam menerima informasi

undefined
Bukan berarti kamu mudah mempercayai sesuatu, terbuka di sini artinya kamu terbuka untuk mencari fakta dan informasi pendukung sebelum mengambil keputusan atau mempercayai suatu berita.
 
Kamu akan lebih objektif dalam melihat masalah dan melihat dari banyak sudut pandang guna meyakinkan dirimu saat ingin mengambil keputusan.

3. Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi

undefined
Critical Thinking atau berpikir kritis mampu meningkatkan kemampuan intelektual seseorang agar lebih fleksibel dan mudah beradaptasi. Kemampuan beradaptasi yang baik akan sangat membantu kamu dalam berkarir dan menjalin hubungan pertemanan di era yang serba cepat ini.
 
Milenial yang hidup berdampingan dengan teknologi wajib rasanya agar selalu menerapkan critical thinking dalam keseharian.  Bukan hanya sebatas untuk melawan hoax yang banyak tersebar di media sosial.
 
Critical thinking bisa menjadi landasan agar milenial bisa berpikir lebih luas dengan berbagai sudut pandangan yang objektif, guna melakukan validasi dari berbagai masalah yang menghampiri.
 
Meski dalam prakteknya tidaklah mudah, namun dengan belajar untuk menerapkannya dikeseharian, akan menjadi sebuah kebiasaan positif yang membuat milenial memiliki pemikiran yang lebih tajam dalam menyikapi berbagai masalah. 
 

Topik Terkait

loading