Tech & Social Media

23 03 2021

Pentingnya Memahami Perlindungan Data Pribadi di Era Digital

Mulai peduli dengan data privasi di era digital

203 Views

Pentingnya Memahami Perlindungan Data Pribadi di Era Digital

Pembahasan tentang data pribadi memang semakin banyak dapat sorotan. Kepedulian tentang data pribadi bukanlah tanpa sebab, beberapa kasus penyalahgunaan data sempat terjadi dan menghebohkan jagat maya. 

 

Lewat akun Twitter @rebornblessing, Bhakti to Ida Bhatara Ganesha menceritakan kisahnya didatangi pengemudi ojol yang membawa makanan dengan sistem pembayaran tunai. Tak hanya satu, beberapa ojek online terus berdatangan ke rumahnya untuk mengantar makanan, hingga total tagihan yang harus dibayar mencapai Rp 1,6 juta. Padahal, sang punya rumah tidak merasa memesannya dan tidak ada nama orang yang memesan makanan tersebut di rumahnya. 

 

Kasus selanjutnya yang sempat mengebohkan dunia adalah kebijakan baru WhatsApp yang dianggap mengancam privasi pengguna. Manajemen pihak WhatsApp lewat pesan tertulis akhirnya memberikan tanggapan, memperpanjang masa waktu pembaharuan hingga 15 Mei 2021 yang tadinya 8 Februari 2021. Keputusan ini dipilih lantaran banyak pengguna WhatsApp yang merasa resah dan akhirnya meninggalkan aplikasi pesan singkat ini. 

 

Kedua kasus di atas menjadi trigger yang membuat pembahasan seputar data pribadi kian ramai dibicarakan milenial, karena baik penggunaan ojek online hingga WhatsApp menjadi dua hal yang begitu lekat dengan aktivitas milenial.  

 

Baca Juga
Mengenal Istilah Doxing dan Bahayanya Bagi Diri Sendiri

Data pribadi yang disukai hacker

undefined

Kamu pasti tidak menyangka, data pribadi yang sering kamu masukan di banyak aplikasi ternyata bisa digunakan oleh hacker untuk merugikan dirimu. Mengutip dari Kaspersky,  ada beberapa data pribadi yang sebenarnya disukai hacker dan membantunya untuk melancarkan niat dalam melakukan kejahatan. 

1. PII (Personal Identifiable Information)

Personal Identifiable Information adalah data pribadi yang berisi nama, alamat, email, SSN, nomor pajak, tanggal lahir, riwayat penyakit, pendidikan, hingga karyawan yang bisa diambil oleh hacker.

 

Bahkan transaksi belanja di situs daring juga tidak lepas dari perhatian hacker. Mareka bisa mencuri berbagai tipe data pribadi dan menggunakannya tanpa seizin pemiliknya.

2. Kontak telepon, email, dan akun media sosial teman

Pernah melihat kasus penipuan mengatasnamakan seseorang lewat telepon, email atau media sosial? Kasus ini bisa terjadi karena hacker mampu meretas semua kontak di telepon, email, hingga akun media sosial temanmu. 

 

Mereka tak segan melakukan phishing yang akhirnya merugikan orang lain. Phishing adalah pengelabuan dalam bentuk penipuan untuk mendapat informasi data pribadi, mulai dari kata sandi hingga kartu kredit.

3. Data browsing

Sebenarnya saat browsing di media sosial kamu selalu meninggalkan jejak. Kumpulan rekam jejak berupa aktivitas ketika menulusuri sebuah website akan tersimpan yang dikenal dengan nama cookies.

 

Tak hanya cookies, data plugin browser yang mungkin menyimpan data juga sama pentingnya. Namun sayangnya sebagian orang di Indonesia tidak begitu memedulikannya, padahal dapat digunakan lebih dari yang bisa dibayangkan. 

 

Baca Juga
The Social Dilemma: Pahami Bahaya yang Mengintai dari Media Sosial

Cara melindungi data privasi

undefined

Data is the new oil di era digital harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Perusahaan besar seperti Facebook hingga Google, begitu paham tentang pentingnya memiliki data pengguna yang tidak hanyak banyak, tapi juga benar. Sehingga kamu perlu lebih waspada dalam memasukkan data pribadi.

 

Mengutip The Conversation, setidaknya 90% dari responden mengaku dengan mudah memasukkan informasi data pribadi berupa nama ke aplikasi, sedangkan 79% mudah memberikan informasi berupa tempat dan tanggal lahir, bahkan 65% respon lainnya dengan sukarela memasukkan alamat pribadi mereka.

 

Padahal tidak semua aplikasi mampu terhindar dari serangan hacker. Bocornya 91 juta data pengguna Tokopedia yang dijual dalam akun dark web jadi salah satu contoh, bahwa perusahaan besar sekali pun tidak bisa lepas dari serangan hacker

 

Lantas bagaimana cara melindungi data privasi yang bisa kamu lakukan? Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan dikutip dari Kaspersky.

1. Gunakan VPN untuk melindungi diri dari hacker

Kebiasaan bekerja atau belajar dari luar memang digemari anak muda. Guna memudahkan proses tersebut, terhubung ke WiFi publik dari solusinya. Agar tetap aman selama berselancar di internet menggunakan WiFi publik, ada baiknya kamu menggunakan VPN. 

 

Biasanya VPN dilakukan dalam menggunakan aplikasi, dimana data dienkripsi oleh aplikasi, kemudian dikirimkan melalui ISP sebelum akhirnya ke server VPN. Cara ini sangat aman karena data kamu akan terhindari dari serangan hacker. 

2. Mengurangi digital footprint untuk melindungi data privasi

Agar mengurangi rekam jejak digital, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Langkah pertama dan mudah untuk dilakukan dengan menjadikan media sosialmu private. Sehingga dengan begitu kamu bisa mengontrol circle pertemanan kamu dengan benar.

 

Kemudian cobalah untuk Unsubcribe email yang tidak kamu inginkan. Pasti ada banyak email notifikasi, entah itu dari media sosial atau aplikasi ecommerce yang kamu gunakan. Selain agar tidak menumpuk, mulailah untuk meng-unsubcribe email yang dirasa tidak diperlukan agar mengurangi digital footprint kamu. 

3. Gunakan otentikasi dua faktor

Sebagai contoh saat kamu menggunakan aplikasi untuk melakukan transaksi, ada baiknya kamu menerapkan metode otentikasi dua faktor, dimana kode tersebut dikirim lewat SMS. Tujuan dari otentikasi dua faktor ini untuk melindungi akunmu dari orang yang tidak bertanggung jawab. 

 

4. Tidak mendownload aplikasi sembarang

Sebelum memutuskan untuk men-download aplikasi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Mulailah download dari situs yang terpercaya, pastikan pengembang terverifikasi, dan baca ulasan yang ada dari beberapa sumber. Tujuannya agar aplikasi yang kamu download tidak menyalahgunakan data untuk kepentingan yang negatif. 

5. Pastikan kamu memperbaharui sistem operasi secara berkala

Kamu yang merasa malas untuk memperbaharui sistem operasi, ada baiknya mulai sekarang mulai rajin. Sistem operasi wajib diperbaharui secara berkala agar perangkat kamu terhindar dari serangan virus, karena lewat update terjadi pembaharuan sistem operasi yang lebih baik lagi. 

 

Memasukkan data pribadi saat download aplikasi atau hal lain memang sudah jadi kebiasaan yang tidak bisa dipisahkan dari era digital dalam kegiatan daring, sehingga kamu perlu memerhatikan beberapa tips di atas agar data pribadi kamu tetap aman dan tidak disalah gunakan oleh hacker.

Baca Juga
Benarkah Charger Ponsel Hingga 100 Persen Tidak Aman?
Tips Nyaman Menggunakan WiFi Publik di Kafe

Topik Terkait

loading