Lifestyle

19 03 2021

Cara Melatih Kecerdasan Emosional di Lingkungan Kantor

Dijamin kerja makin tenang!

115 Views

Cara Melatih Kecerdasan Emosional di Lingkungan Kantor

Saat berbicara tentang pekerjaan, pasti ada banyak hal yang langsung berkaitan. Entah itu tentang kerja sama antar tim hingga menentukan strategi yang tepat. Semua hal itu tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelegensi yang lebih dikenal sebagai IQ, tapi juga kecerdasan emosional atau EQ. 

 

Peter Salovey dan John D. Mayer, dua psikolog yang terkenal dengan penelitiannya mengenai topik ini mengatakan, kecerdasan emosi adalah kemampun untuk mengkoordinasikan dan memahami emosi diri sendiri dan juga orang lain. Kecerdasan emosi sangat penting digunakan untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan melakukan komunikasi dengan orang lain, terlebih di lingkungan kantor.

 

Saking pentingnya kecerdasan emosi, bahkan dalam buku Daniel Goleman yang berjudul Emotional Intelligence dipaparkan bahwa kecerdasan emosi menyumbang 67% keberhasilan seseorang, sedangkan 33% lainnya ditentukan oleh faktor lain.

 

Apa manfaat kecerdasan emosi di lingkungan kantor?

undefined

Lingkungan kantor memang jadi tampat yang tidak bisa ditebak. Pasti ada kalanya kamu akan menemukan masalah yang tidak hanya menguras pikiran, tapi juga melibatkan perasaan.

 

Saat itu terjadi, kecerdasan emosi begitu memiliki peran yang penting untuk membantu kamu tetap bisa berpikir jernih dan mengambil tindakan yang tidak hanya tepat, tapi juga bijak. Berikut beberapa manfaat kecerdasan emosi lainnya yang bisa kamu dapatkan.

1. Memiliki manajemen stres yang baik

Stres jadi gejala psikologis yang paling sering melanda milenial yang tinggal di perkotaan, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang. Survei yang dilakukan oleh lembaga edukasi, PPM Manajemen menemukan 80 persen pekerja mengalami stres selama pandemi. 

 

Salah satu cara agar mampu mengelola perasaan stres adalah dengan mengontrol emosi. Emosi yang dikontrol dengan baik membuat kamu bisa berpikir dengan tenang dan lebih rasional. Sehingga perasaan stres bisa berkurang sedikit demi sedikit.

2. Memiliki empati yang tinggi

Manfaat kecerdasan emosi selanjutnya adalah kamu memiliki empati yang tinggi dengan lingkungan sekitar.

 

Empati membuat kamu bisa lebih peka dengan apa yang dirasakan oleh rekan kerja dan membuat kamu bisa memutuskan untuk bertindak seperti apa saat keadaan kantor atau hubungan dengan satu tim tidak berjalan dengan baik. 

 

Baca Juga
Tes MBTI untuk Cari Pekerjaan Sesuai dengan Kepribadianmu Jilid 1

3. Mengembangkan jenjang karir

Banyak perusahaan yang tidak hanya mementingkan kecerdasan intelektual sebagai syarat untuk memberikan promosi karyawannya, tapi juga kecerdasan emosional. Bahkan perusahaan McKinsey banyak memilih kriteria karyawanan yang ingin dipromosikan dengan kecerdasan emosi yang baik.

 

Survei yang dilakukan oleh Career Builder menemukan, 75% dari perusahaan akan memberikan promosi pada karyawan yang memiliki kecerdasan emosi yang baik. Hal ini dikarenakan seseorang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik tidak hanya memiliki ritme kerja yang bagus, tapi juga mampu mengatur tim lainnya. 

Bagaimana cara memiliki kecerdasan emosional yang baik

undefined

Tak perlu khawatir tentang kecerdasan emosional yang kamu miliki, karena hal ini bisa ditingkatkan dengan usaha dan praktek. 

 

Pada 2011, penelitian menemukan kunci yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional terdiri dari 5 komponen. Kelima komponen ini bisa kamu latih secara bertahap agar kemampuan emosional kamu semakin meningkat.

 

1. Self-awareness

Komponen pertama yang harus dimiliki adalah self-awareness atau kesadaran diri. Kesadaran diri ini mencakup kesadaran akan sifat, perilaku, dan perasaan diri sendiri. Agar dapat membangun self-awareness dengan baik, mulailah dengan memberikan perhatian yang besar terhadap diri sendiri.

 

Lihatlah bagaimana emosi memengaruhimu dalam mengambil keputusan dan bertindak. Dari langkah kecil ini, kamu bisa menilai dan menentukan kecerdasan emosional yang kamu miliki dalam diri. 

2. Menerapkan self-regulation

Self-regulation adalah kemampuan individu dalam mengontrol tingkah laku. Agar dapat meningkatkan self-regulation pada diri sendiri, kamu perlu melatih untuk mengelola stres dengan baik. 

 

Kemampuan ini akan sangat membantu saat ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di waktu bersamaan. Kamu tetap bisa tenang dan memikirkan solusi terbaik yang bisa dikerjakan saat ini.

Baca Juga
Ingin Cepat Dapat Kerjaan Impian? 5 Tips Ini Bisa Bantu Kamu

3. Kembangkan kemampuan bersosialisasi

Kemampuan sosial bisa dilatih dengan banyak cara salah satunya dengan berusaha untuk menjadi pendengar yang baik di kantor. Selain itu cobalah untuk menghindari drama. Terjebak dalam drama kantor hanya akan membuat kamu lelah dan merusak hubungan sosial. Terkahir mulailah peduli dengan komunikasi non-verbal yang dikeluarkan lewat gestur tubuh untuk melatih kemampuan sosialmu.

4. Berusaha menjadi lebih empati

Empati adalah kemampuan untuk dapat memahami perasaan orang lain, dengan cara membayangkan diri sendiri berada pada posisi orang tersebut. Perasaan empati dapat dilatih dengan cara berusaha untuk menahan memberikan pendapat buruk, dan tetap memberikan dukungan saat rekan kerja melakukan kesalahan.

5. Perkuat motivasi diri

Kategori terakhir yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan emosional adalah perkuat motivasi diri. Kamu bisa meperkuat motivasi diri dengan fokus melakukan hal yang kamu sukai dan selalu berusaha untuk memperbaiki sikap untuk terus positif.

 

Melihat dari semua penjelasan di atas, dapat disimpulkan kecerdasan emosional menjadi elemen penting yang wajib kamu miliki untuk tetap mendapat lingkungan kerja yang nyaman.

 

Meski kamu merasa skill kamu dalam kecerdasan emosional sangat minim, kamu bisa mulai untuk melatihnya dengan mengikuti 5 komponen di atas.

 

Yuk, semangat untuk terus memberikan yang terbaik dari dirimu di lingkungan kerja. Karena semua yang berasal dari hati akan sampai ke hati yang lain :)

 

Baca Juga
Cara Mengasah Critical Thinking Dalam Keseharian

Topik Terkait

loading