Business Tips

08 07 2019

5 Kesalahan Pengusaha Pemula yang Berujung Pada Kegagalan

Hindari kesalahan ini ya agar usaha kamu berumur panjang

670 Views

5 Kesalahan Pengusaha Pemula yang Berujung Pada Kegagalan
Jika dahulu memiliki cita-cita mendapat pekerjaan bagus di perusahaan besar sering dilontar banyak anak muda setelah mereka lulus, namun lain halnya dengan sekarang. Kesadaran akan kebebasan finansial sejak muda dan merasa ingin lebih bermanfaat untuk banyak orang, menjadi alasan yang paling sering dilontarkan milenial kenapa mereka tertarik menjadi pengusaha. 
 
Indonesia Millenial Summit 2019 yang diadakan oleh IDN Times, meluncurkan hasil survei yang cukup mengejutkan. Melibatkan lebih dari 1.400 responden yang tersebar di 12 kota, akhirnya survei ini membuktikan bahwa 69,1% anak muda khususnya generasi milenial tertarik menjadi pengusaha.
 
Keinginan menjadi pengusaha yang sudah mulai diimpikan banyak milenial ternyata tidak selalu berjalan dengan mulus. Selain masalah jam terbang yang terbilang masih sangat baru, ada banyak tantangan yang harus dilalui untuk berhasil membangun usaha baru. Bagi kamu yang baru ingin memulai usaha, 5 kesalahan ini harus kamu hindari agar usaha tidak berujung pada kegagalan.

1. Kurang perencanaan dengan eksekusi yang disiplin

undefined
Rencana hanya akan berakhir menjadi wacana tanpa hasil jika kamu tidak melakukannya. Rencana yang bagus tidak akan ada hasilnya jika eksekusi yang kamu lakukan juga tidaklah disiplin. Untuk mulai disiplin, buatlah deadline dari setiap rencana yang telah kamu implementasikan agar kamu bisa menilai apakah ini worth it untuk dilakukan atau tidak.
 
Perencanaan seperti guideline yang bisa kamu terapkan untuk memulai usaha. Tanpa perencanaan akan sangat sulit untuk kamu dalam mengambil sebuah keputusan. Hal seperti ini yang sering dialami pengusaha pemula, mereka merasa kesulitan untuk melakukan langkah apa selanjutnya yang harus diambil agar usaha tidak gagal.

2. Menyepelekan pengelolaan keuangan

undefined
Bukan hanya sering tercampur antara keuangan pribadi dengan uang hasil penjualan yang membuat kamu sulit untuk mengatur keuangan, tapi kamu juga sering menyepelekan pengelolaan keuangan.
 
Transparan dan konsisten untuk memisahkan keuangan pribadi dengan usaha wajib untuk kamu terapkan. Dengan begitu pembukuan pengeluaran setiap bulannya juga akan lebih sehat.
 
Baca Juga:

3. Kurangnya strategi mengambil hati konsumen

undefined
Fokus dengan solusi yang bisa kamu berikan menjadi strategi yang paling tepat untuk mengambil hati calon konsumen. Sudah begitu banyak jenis usaha yang mirip dengan usaha yang kamu jalankan, lantas apa yang membuat kamu berbeda dan layak untuk dipilih? 
 
Mengetahui di mana letak kelebihan usaha kamu bisa menjadi strategi untuk mengambil hati konsumen. Jika sampai sekarang kamu menjalankan usaha karena hobi semata tanpa bisa memberikan solusi bagi segmentasi market yang kamu tuju, tentu akan lebih sulit membuat bisnis kamu tetap berkembang. Untuk itu pikirkanlah strategi terbaik yang bisa kamu lakukan, untuk menarik hati konsumen atau calon konsumen kamu agar tetap memilih usaha kamu.

4. Tidak Rutin mengevaluasi setiap perencanaan yang dibuat

undefined
Perencanaan saja tidak cukup untuk membuat bisnis kamu berkembang, untuk itu evaluasi menjadi peran yang sangat penting untuk dilakukan secara rutin. Proses evaluasi memberikan gambaran yang jelas apakah perencanaan yang kamu buat telah berhasil atau gagal dan bagaimana dampaknya terhadap penjualan. 
 
Evaluasi yang baik membuat kamu belajar apa yang harus diperbaiki dan perencanaan seperti apa yang tetap bisa kamu pertahankan. Rutin melakukan evaluasi tidak hanya membuat kamu tahu strategi yang paling tepat untuk dilakukan, tapi juga dapat meminimalisir anggaran dan juga waktu. Namun sayangnya kegiatan evaluasi ini jarang dilakukan oleh pengusaha pemula.
 
Terlalu fokus dengan penjualan tanpa mengevaluasi setiap produk atau campaign yang telah dikeluarkan, hanya akan membuat kamu tidak bisa memahami apa yang diinginkan oleh pelanggan kamu. Alhasil, usaha kamu tidak akan menjadi top of mind mereka.

5. Merasa malas untuk improve kemampuan

undefined
Berkaca dari kasus besar seperti Bata, dahulu saat pergi menggunakan sepatu Bata orang yang memakainya akan merasa bangga karena itu dianggap keren. Namun seiring berjalannya waktu, perasaan tersebut seakan hilang dan mulai digerus zaman, bahkan banyak anak muda yang beralih ke brand lain meski gerai Bata masih ada di beberapa mall besar.
 
Pelajaran yang bisa diambil untuk pebisnis pemula bahwa melakukan improve dalam banyak hal menjadi penting untuk dilakukan. Dengan begitu usaha kamu mampu bertahan dan tetap dikenal oleh banyak pelanggan. 
 
Memiliki resiko bahwa usaha yang dijalankan tidak bertahan lama pasti sangat dikhawatirkan bagi banyak pengusaha pemula. Karenanya menjadi pribadi yang tangguh dan selalu percaya diri dengan cara yang kamu ambil sekali pun itu berbeda, patut untuk terus kamu perjuangkan. Kamu harus ingat saat usaha kamu berkembang, akan banyak orang lain yang bisa kamu rangkul untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia. 
 
Selain 5 hal di atas yang perlu kamu hindari, memastikan bahwa strategi pemasaran yang kamu lakukan tepat juga penting untuk diperhatikan. Meningkatkan awareness terhadap usaha bisa kamu lakukan dengan cara beriklan. Selain media sosial, beriklan lewat WiFi advertising menjadi solusi terbaik di era digital sekarang. Ada banyak spot yang bisa kamu gunakan untuk menghasilkan impressions yang tinggi dari sebuah iklan, beberapa spot dari HIGOspot berikut ini bisa jadi referensinya.
 
Baca Juga:
 
 

Topik Terkait

loading