Lifestyle

07 12 2021

Pelajaran dari Kasus KDP yang Menimpa Novia Widyasari Rahayu

Kamu yang sedang mengalami KDP, tenang kamu tidak sendiri!

42 Views

Pelajaran dari Kasus KDP yang Menimpa Novia Widyasari Rahayu

Kasus kekerasan dalam pacaran atau KDP yang menimpa Novia Widyasari Rahayu hingga merenggut nyawa, tentu menambah daftar panjang peliknya kasus kekerasan pada perempuan di Indonesia.

 

Kisah pilu Novia Widyasari Rahayu mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun di samping pusaran makan sang ayah menjadi polemik yang menyedihkan. Sebagai korban yang menuntut keadilan, Novia malah mendapat ancaman dari kekasih dan keluarganya bahkan dipaksa untuk meminum obat menggugur kandungan hingga dirinya di bawa ke rumah sakit.

 

Tercatat pada 2020, kasus kekerasan dalam pacaran melonjak hingga 920 persen dengan korban mencapai 329 dari tahun sebelumnya. Penelitian menunjukkan bahwa pandemi menjadi salah satu faktor terbesar meningkatkan kasus kekerasan dalam pacaran di Indonesia. 

 

Kekerasan dalam pacaran dapat terjadi dari hubungan yang tidak sehat atau dikenal dengan toxic relationship. Mirisnya belum banyak orang yang sadar bahwa mereka terjebak pada hubungan yang beracun ini. Jika dibiarkan terus menerus, maka konsekuensinya bisa nyawa menjadi taruhan.

Penjelasan tentang toxic relationship

undefined

Mengutip dari Psychalive, toxic relationship adalah kondisi berulang yang saling menghancurkan antar pasangan yang ditandai dengan sikap posesif, mendominasi, memanipulasi, rasa keputusasaan, sikap egois, dan juga tindakan penolakan yang sering terjadi.

Ciri-ciri toxic relationship

Sayangnya, banyak dari pasangan yang tidak sadar bahwa mereka sedang terjebak pada hubungan yang beracun. Ini karena kurang pahamnya ciri-ciri dari toxic relationship tidak hanya ditandai dengan perilaku fisik, tapi juga secara emosional.

1. Sulit menjadi diri sendiri

undefined

Menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih artinya kamu harus siap menerima berbagai kekurangan yang ada di diri pasangan kamu. Jika pasanganmu menuntut agar kamu berubah menjadi orang lain dan kamu merasa tidak nyaman dengan perubahan tersebut, tandanya kamu sudah terjebak dalam toxic relationship.

2. Perasaan cemburu yang berlebihan

undefined

Rasa cemburu dalam sebuah hubungan sebenarnya normal untuk menunjukkan perasaan cinta antar pasangan. Namun hal ini menjadi toxic saat rasa cemburu yang ditunjukkan terlalu berlebihan salah satu contohnya dengan terus mengecek ponsel pasangan.

 

Rasa cemburu yang berlebihan akan memunculkan sikap posesif. Pasangan yang posesif akan mudah marah saat pasangannya tidak menjawab telepon dengan cepat hingga akhirnya membatasi akses keluar untuk kumpul dengan teman.

3. Jarang mendapat dukungan

undefined

Saling mendukung untuk mencapai kesuksesan jadi hubungan sehat yang diimpikan banyak orang. Jika yang kamu rasakan malah sebaliknya, dimana pasangan jarang memberi dukungan atau bahkan memberikan kritik yang tidak membangun, itu artinya kamu sudah terjebak dalam toxic relationship.

4. Pasangan yang ingin terus memegang kendali

undefined

Banyak pasangan yang tidak sadar bahwa tindakan terlalu mengatur dan tidak memberi ruang kebebasan masuk ke dalam toxic relationship. Mereka masih merasa bahwa tindakan tersebut sebagai bentuk cinta, padahal tanda cinta seseorang artinya memberikan kepercayaan dan keleluasaan untuk bertindak.

5. Mendapat kekerasan fisik

undefined

Ciri-ciri toxic relationship yang paling terlihat tentu saja kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangan. Saat emosi, pasangan dengan mudahnya memukul atau membanting barang untuk meluapkan perasaan marah. Hubungan yang sudah mencapai pada tingkat kekerasan fisik bukanlah hubungan yang patut untuk dipertahankan dan sangat wajib untuk diakhiri.

Situs pengaduan bagi korban kekerasan dalam pacaran

Kasus Novia Widyasari Rahayu menyadarkan perempuan bahwa pentingnya peran lembaga yang mampu membantu para korban memperjuangkan keadilan. Cari Layanan jadi situs yang memberikan berbagai informasi tentang pencarian bantuan bagi para korban kekerasan berbasis gender di seluruh Indonesia. 

 

Cari Layanan akan membantu kamu mencari badan bantuan hukum, tempat konsultasi atau konseling, hingga rumah aman bagi para korban kekerasan sesuai dengan domisili para korban. Sehingga para korban tidak merasa sendiri dan mendapatkan keadilan yang selayak-layaknya.

 

Semoga kasus Novia Widyasari Rahayu membuka mata banyak pihak agar bisa memberikan keadilan bagi para korban kekerasan lainnya di luar sana. Bagi kamu yang memiliki teman atau keluarga yang membutuhkan pertolongan, kamu bisa mencarinya di website Cari Layanan. Kamu yang tertarik dengan informasi terbaru di situs ini bisa membaca artikel lainnya di sini.

Topik Terkait

loading