Business Tips

10 September 2021

Cara Meraih Brand Equity Lewat Kepercayaan Konsumen

Konsumen rela bayar mahal!

517 Views

Cara Meraih Brand Equity Lewat Kepercayaan Konsumen

Jika kamu melihat banyak orang rela antre untuk mendapatkan produk seperti Louis Vuitton atau Apple terbaru, artinya kamu baru saja melihat fenomena brand equity yang tinggi dari sebuah merek.

 

Manfaat dari brand equity agar terciptanya pembelian produk memang tidak perlu diragukan lagi. Tak jarang konsumen menomor duakan perihal harga, agar bisa mendapatkan produk yang mereka inginkan. 

 

Lantas, apa sebenarnya brand equity dan bagaimana sebuah merek dagang bisa menciptakan brand equity yang tinggi? Berikut penjelasannya di bawah ini. 

Mengenal lebih dekat tentang brand equity

Jika di era 80-an, brand strategy legendaris, David Aacker, mendefinisikan brand equity merupakan loyalitas merek, kesadaran, asosiasi, dan kualitas yang dirasakan oleh konsumen hingga akhirnya membuatnya merasa cinta dengan brand tersebut. Namun rasanya hal tersebut sudah mulai bergeser.

 

Mengingat krisis global yang terjadi akibat adanya pandemi covid-19, serta aturan PPKM yang terus diperpanjang di Indonesia, brand yang mampu mendorong audiens untuk percaya dengan produknya lewat berbagai saluran marketing nyatanya memiliki kesempatan 7 kali lebih besar untuk dibeli. 

image-content-2

Edelmen, sebuah firma public relations dan marketing consultant melakukan survei ke 14 negara dan menemukan, kepercayaan terhadap sebuah brand memiliki persentase yang tinggi untuk mendatangkan pembelian. Sehingga dengan fakta yang ada dapat disimpulkan, bawah kepercayaan konsumen terhadap produk adalah brand equity di era sekarang.

image-content-4

Melanjutkan hasil survei di atas, terbukti 40 persen responden mengatakan mereka berhenti membeli sebuah produk yang mereka cintai karena tidak mempercayai pemilik perusahaannya. Itu artinya faktor kepercayaan memang memiliki kedudukan tertinggi dan menjadi proses penentu dalam pembelian yang dilakukan konsumen. 

 

Baca Juga
Perbedaan Brand Awareness dan Brand Recognition di Dunia Marketing

Cara membangun kepercayaan brand

Konsumen yang semakin kritis secara tidak langsung memaksa brand untuk membuat berbagai banyak perubahan. Tak hanya terus memperbaiki kualitas produknya, tapi juga pelayanan, tapi juga pemasaran. Agar dapat membangun kepercayaan produk ada beberapa cara yang perlu dilakukan. 

1. Mulailah dengan memberikan dampak sosial

Kepedulian brand terhadap dampak sosial menarik perhatian yang lebih besar bagi konsumen dan meningkatkan rasa percaya yang lebih tinggi. Ini terbukti dari survei yang dilakukan oleh Edelmen, dimana 78% konsumen merasa tertarik dengan brand yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, pengolahan limbah yang baik, mengurangi jumlah karbon, dan lain sebagainya. 

2. Jadilah otentik melalui brand storytelling

Tren mengenalkan produk dengan menjabarkan berbagai manfaat yang bisa diberikan, rasanya sudah ketinggalan zaman. Konsumen yang semakin selektif setiap harinya, tentu akan sulit percaya dengan apa yang dikatakan brand yang mereka tidak kenal. Sehingga agar menarik perhatian mereka dan membuatnya percaya, cobalah menjadi otentik dengan brand storytelling

 

Nike jadi salah satu brand yang mahir membuat brand storytelling. Menjadikan para atlet sebagai model dan menceritakan perjuangannya dengan visual dan narasi menyentuh, akhirnya membuat Nike bukan menjual produknya, tapi menceritakan kisah di balik produk tersebut. 

3. Berikan pelayanan yang baik secara konsisten

Pelayanan baik yang dirasakan oleh konsumen akan memberikan pengalaman yang baik terhadap brand yang kamu miliki. Saat kamu mengerti apa yang mereka butuhkan dan memberikannya dengan ramah, akan lebih mudah sebuah brand dipercaya oleh konsumen. Bahkan laporan yang dilakukan oleh PwC menunjukkan, 73% pengalaman baik yang dirasakan oleh konsumen akan menuntun mereka melakukan pembelian.

 

Kepercayaan konsumen yang tinggi terhadap brand akan sejalan dengan tingginya brand equity yang terjadi. Sehingga kamu bisa mulai untuk melakukan strategi di atas untuk dijadikan sebagai bahan pemasaran.

 

Selain menggunakan media sosial sebagai tempat untuk melakukan pemasaran dan meraih kepercayaan konsumen, keberadaan WiFi Advertising juga menjadi solusi yang bisa kamu coba untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

 

Bahkan konten yang kamu buat tidak hanya dilihat oleh audiens dengan kriteria yang tepat, seperti usia, status, domisili dan lain sebagainya, tapi juga dari segi psikografis, seperti minta dan hobi yang mereka miliki. Agar lebih jelas apa yang bisa dilakukan oleh WiFi Advertising, kamu bisa menghubungi higo di info@higo.id.

 

Baca Juga
Strategi Pemasaran Efektif Bagi Cafe dan Resto Saat PPKM Darurat
Guerilla Marketing Strategi Pemasaran yang Buat Viral
Mengulik Strategi Marketing Starbucks yang Berhasil Dicintai Konsumen

Topik Terkait

loading