Lifestyle

19 11 2019

5 Alasan Multitasking Tidak Akan Buat Kamu Produktif

Percaya deh multitasking itu sama sekali tidak keren!

642 Views

5 Alasan Multitasking Tidak Akan Buat Kamu Produktif
Perasaan khawatir akan deadline yang tidak bisa terpenuhi pada akhirnya membuat banyak orang, atau mungkin juga kamu melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Multitasking sering dianggap jadi solusi saat kamu dihadapkan pada tuntutan kerjaan atau tugas yang segera harus diselesaikan.
 
Dahulu melakukan pekerjaan ganda atau multitasking mungkin dianggap keren. Namun kenyataannya itu sama sekali tidaklah benar. Penulis Emotional First Aid: Practical Strategies for Treating Failure, Rejection, Guilt and Other Everyday Psychological Injuries, Guy Winch, PhD berpendapat, saat seseorang sedang fokus melakukan satu hal, maka kinerja otakpun ikut melambat. Artinya otak manusia tidak akan bisa menerima perintah untuk fokus lagi saat sedang melakukan sebuah pekerjaan.
 
Selain tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaan secara maksimal, ada beberapa alasan lagi kenapa multitasking wajib untuk dihindari agar kinerja kamu hari ini bisa produktif. 

1. Lebih lambat menyelesaikan pekerjaan

undefined
Awalnya niat untuk melakukan multitasking adalah agar bisa menghemat waktu lebih singkat karena bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus. Namun pada kenyataannya, otak kamu akan kebingungan dalam mengorganisir tugas yang ada agar bisa selesai.
 
Kebingungan otak ini yang akhirnya malah membuat kinerja kamu semakin melambat dan tidak ada satu pekerjaanpun yang benar-benar selesai. Waktu yang lebih lama dan hasil kerja yang semuanya nanggung, sudah menandakan bahwa multitasking tidak akan bisa membuat kamu bekerja secara produktif.

2. Mudah membuat kesalahan

undefined
Melakukan dua fokus secara bersamaan malah mengakibatkan tingkat produktivitas kamu menurun hingga 40%. Memaksakan untuk fokus, sedangkan produktivitas menurun hanya akan membuka peluang yang besar terjadinya kesalahan.
 
Kesalahan-kesalahn ini jika dibiarkan terus-menerus hanya akan membuat semua pekerjaan yang harusnya bisa selesai hari ini tidak akan mungkin bisa terjadi. Pada akhirnya kamu memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengerjakannya. 
 

3. Menurunkan kemampuan mengingat

undefined
Studi yang dilakukan oleh Universitas of Stranford menemukan, orang yang mendapat banyak informasi dari elektronik pada waktu yang bersamaan, memiliki kemampuan mengingat yang lebih buruk ketimbang mereka yang mendapat sedikit informasi untuk diproses. 
 
Kemampuan mengingat yang menurun disebabkan karena perpindahan yang begitu cepat dari satu informasi ke informasi lain, sehingga kemampuan otak untuk fokus menjadi rendah.

4. Sulit berkonsentrasi pada hal yang bersifat intelektual

undefined
Semakin sering melakukan multitasking semakin sulit juga bagi kita untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang bersifat kognitif, seperti membaca buku pelajaran atau lainnya. 
 
Dikutip dari Dailymail dalam jurnal yang berjudul Cyberpsychology and Behaviour, membenarkan orang yang sering melakukan multitasking memiliki kesulitan yang besar untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang bersifat intelektual.

5. Melelahkan diri sendiri

undefined
Menyelesaikan banyak pekerjaan memang membuat tubuh merasa lelah, tapi menyelesaikan beberapa pekerjaan secara bersamaan jauh terasa lebih melelahkan. Perpindahan yang begitu cepat dari satu tugas ke tugas lain membuat tubuh sangat kelelahan, bahkan otakpun ikut merasakannya.
Percayalah melakukan multitasking bukan menjadi solusi agar kamu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Jika selama ini kamu merasa diburu-buru dengan pekerjaan coba koreksi, mungkin selama ini kamu melakukan multitasking, tapi dibiarkan begitu saja.
 

Topik Terkait

loading