Tech & Social Media

18 01 2021

Mengenal Istilah Bot dan Manipulasi Interaksi di Media Sosial

Bot bisa komen, like, hingga share. Jadi hati-hati ya...

720 Views

Mengenal Istilah Bot dan Manipulasi Interaksi di Media Sosial
Media sosial memang tempatnya mencari informasi, apalagi Twitter, hampir setiap kejadian penting di dunia media sosial ini selalu menjadi pertama yang menginformasikannya. Namun apakah setiap berita yang viral tersebut benar-benar hanya disebarluaskan oleh manusia? 
 
Pada kenyataanya, media sosial tidaklah diisi oleh manusia. Sebagai salah satu media sosial yang paling cepat membuat trending, nyatanya Twitter dihuni oleh banyak bot, tak terkecuali media sosial lainnya.
 
Dikutip dari Blog Twitter, bot adalah akun yang bertindak secara otomatis. Baik dalam mem-posting konten atau melakukan interaksi dengan memberi like, love, mention, atau memberikan komentar. 
 
Sebuah studi yang pernah dilakukan oleh University of Southern California & Indiana University pada 2017 lalu memperkirakan, 9 hingga 15% pengguna Twitter didominasi oleh bot. Kenapa diperkirakan? Karena ada beberapa akun bot canggih yang berhasil dari proses identifikasi.
 
Lalu apa sebenarnya tujuan utama dari adanya bot di media sosial? Setiap konten yang publish akan menjadi pembicaraan atau trending saat banyak interaksi yang terjadi. Bot dapat menggiring persepsi publik tentang kejadian apa yang layak untuk dibicarakan dan diketahui oleh seluruh masyarakat. Sebagai pengguna media sosial yang aktif, ada beberapa ciri yang perlu kamu ketahui dari akun bot
 

Ciri-ciri Akun Bot yang Perlu Kamu Kenali

undefined
Agar kamu terhindar dari akun bot yang bisa memanipulasi interaksi di media sosial, ada baiknya kamu perlu mengetahui ciri-ciri dari akun bot. Mengutip dari Beebom, ada beberapa ciri-ciri yang bisa kamu kenali sebagai contoh dari platform Twitter. 

1. Username yang aneh

Username jadi ciri pertama yang perlu kamu perhatikan. Setiap username yang berisi banyak angka, simbol, atau nama aneh patut kamu waspadai. Setelah itu cocokan dengan profil picture mereka. Jika dirasa ada kejanggalan, segera blok akun tersebut. 

2. Banyak akun yang sama

Banyak akun dengan username yang sama atau hampir mirip juga perlu kamu curigai. Bisa jadi akun tersebut dibuat memang untuk tujuan negatif seperti menggiring persepsi atau opini di media sosial.
 
Selain username yang sama, kamu juga bisa cek lewat profile picture yang digunakan. Jika keduanya mirip atau hampir mirip, kamu bisa kategorikan akun tersebut dalah bot
 

3. Jumlah frekuensi tweet yang tinggi

Ada beberapa akun mencurigakan karena memiliki jumlah tweet yang banyak, padahal waktu pembuatannya barulah sebentar. Bisa jadi akun tersebut adalah bot yang sengaja dibuat untuk membuat suatu isu atau kejadian jadi populer di media sosial. 
 
Ada juga akun yang begitu aktif menanggapi suatu topik bahkan isi dari semua kontennya adalah isu yang sedang hangat dibicarakan. Nah, itu bisa masuk ciri-ciri dari akun bot

Contoh Kasus Akibat Bot

undefined
Indonesia juga pernah mengalami serangan bot di media sosial. Kasus ini bermula saat konflik Papua Barat dengan Indonesia kembali memanas. Pada bulan Agustus 2020, protes dari masyarakat Papua Barat berhasil digagalkan oleh aparat keamanan Indonesia. Namun proses penggagalan menurut beberapa sumber telah terjadi pelanggaran HAM terhadap demonstran. 
 
Kasus Papua Barat dan Indonesia juga menjadi trending di Twitter. Kasus serangan bot ini terkuat setelah seorang investigator dari BBC, Benjamin Stick, menemukan adanya serangan propaganda yang dilakukan oleh bot, terhadap isu Papua Barat. 
 
Kampanye serangan bot yang berawal dari Twitter dengan tagar #FreeWestPapua, #WestPapuaGenocide, #WestPapua, dan #fwpc juga ramai Facebook, Instagram, dan Youtube. 
 
Kasus lainnya akibat serangan bot juga pernah terjadi saat pandemi. Profesor Ilmu Komunikasi, Clarkson University, Jeanna Matthews yang dikutip dari The Conversation menemukan, hampir setengah hoax yang populer di media sosial tentang covid-19 didominasi oleh bot
 
Fenomena seperti ini tidak hanya menggiring opini masyarakat, tapi juga membuat keresahan yang tidak bisa disepelekan di saat pandemi. Efek samping jangka panjang mengonsumsi berita hoax menurut ahli praktisi hipnoterapi, Abdullah Arafah, akan memberikan rasa cemas dan memengaruhi alam bawah sadar kita.
 
Sekilas bot ini hanyak akun otomatis yang tidak memiliki tujuan. Namun, lewat beberapa kasus yang pernah terjadi, bot mampu menggiring opini pengguna media sosial untuk percaya dan tidak percaya terhadap isu yang sedang terjadi. 
 
Sebagai pengguna media sosial, ada baiknya kita harus lebih teliti dan menerapkan pemikiran yang kritis sebelum mempercayai berbagai informasi yang tersebar luas di media sosial. 
 

Topik Terkait

loading