Business Tips

14 05 2019

Budaya Kerja yang Mampu Mengurangi Tingkat Pengunduran Diri Karyawan

Budaya kerja menyenangkan, buat happy pekerjaan!

1.023 Views

Budaya Kerja yang Mampu Mengurangi Tingkat Pengunduran Diri Karyawan
Sering melihat banyak teman kamu resign atau mengundurkan diri dari sebuah perusahaan? Padahal kalau dilihat dari waktu kerja, usia bekerja mereka terbilang belum lama? Jika kamu berada di level manager, supervisor, atau mungkin pemilik perusahaan, kasus seringnya karyawan mengajukan resign dengan tenggang waktu yang terbilang cepat dan dengan jumlah yang tidak wajar tentu menjadi masalah besar. 
 
Sebuah perusahaan atau bisnis tidak akan bisa berjalan tanpa adanya sumber daya manusia yang cukup, sehingga keberadaan karyawan di dalam perusahaan menjadi faktor yang sangat penting. Sebelum mengajukan resign, pasti ada banyak faktor yang membulatkan niat seseorang untuk mencari tempat kerja baru. Selain masalah gaji, ternyata survei yang dilakukan Karir.com cukup mengejutkan untuk membuka mata banyak atasan. Survei ini melibatkan 6.539 responden dan menghasilkan banyak temuan, selain faktor gaji, keputusan seseorang bertahan di kantor karena suasana kerja mencapai angka tertinggi dengan 42%, disusul jenjang karir 22%, lokasi perusahaan 19%, reputasi 9%, dan lainnya 7%. Itu menunjukkan bahwa suasana kerja menjadi faktor penting penentu seseorang mengajukan resign.
 
Membentuk suasana kerja yang nyaman tentu tidak mudah, apalagi dengan jumlah karyawan yang banyak. Agar mampu menciptakan suasa kerja yang nyaman mulailah rubah budaya kerja yang ada di kantor kamu. Sebagai pemegang keputusan di perusahaan, kamu perlu mengetahui bagaimana menciptakan budaya kerja yang menyenangkan. Untuk itu memberikan insight lebih tentang budaya kerja seperti apa yang diingkan para karyawan berikut ini bisa kamu coba.

1. Memberikan apresiasi di setiap pencapaian

undefined
Entah itu pencapaian yang besar atau kecil, memberikan apresiasi sebagai ungkapan selamat menjadi budaya kerja yang harus mulai diterapkan. Bentuk pemberian apresiasi bukanlah diukur dari materi tapi ketulusan yang diberikan. Jika di kantor kamu merasa minim apresiasi, mulailah usulkan ke atasan dan berikan alasannya kenapa itu perlu dilakukan.
 
Bentuk apresiasi yang paling mudah dilakukan dengan memberikan kartu ucapan dan balon bagi karyawan yang telah lolos masa probation. Cara tersebut juga bisa dilakukan tim HR bagi karyawan yang berulang tahun atau saat karyawan tersebut bertambah masa kerjanya di perusahaan tersebut. Hal sederhana seperti ini mampu membangkitkan rasa nyaman karyawan karena mereka merasa diperhatikan.

2. Menerapkan sistem kekeluargaan

undefined
Meski banyak yang menganggap ini tidak profesional, tapi banyak karyawan yang merasa berat hati untuk resign dengan alasan akan sulit mendapatkan suasana dan rekan kerja yang sudah dianggap seperti keluarga. Hubungan perasaan yang sudah terjalin akan sulit untuk terkikis dan akan menjadi kuat seiring dengan bertambahnya waktu.
 
Meski akan sulit menerapkan sistem ini diperusahaan besar, kamu sebagai atasan di dalam divisi bisa mengadakan berbagai acara dan kegiatan yang menambah keakraban antar karyawan dan juga kamu sebagai atasan kepada semua tim. Sebisa mungkin kegiatan ini sifatnya rutin jangan hanya sekali atau dua kali ya.

3. Terbuka dengan pendapat dan perubahan

undefined
Sulit sekali untuk bekerja di perusahaan dengan budaya yang tertutup dan sulit menerima perubahan. Meski tidak semua perubahan itu penting untuk diterapkan di dalam lingkungan kerja, namun lebih terbuka dengan berbagai pendapat akan lebih membangun suasana kerja yang menyenangkan. Saat beberapa karyawan memberikan usul yang baru jangan langsung dianggap keluar jalur, tapi dengarkanlah dan timbang apakah akan membawa perubahan yang lebih baik bagi perusahaan.
 
Terbuka dengan perubahan akan memberikan celah yang lebih besar untuk menghasilkan tim yang lebih solid dan menyenangkan, karena bukan hanya atasan, para karyawan juga memiliki kesempatan untuk menuangkan ide mereka, sehingga terciptalah rasa memiliki antar semua anggota tim. 

4. Berikan rest room yang nyaman

undefined
Alih-alih melakukan istirahat lebih lama menjadi hal yang berdosa bagi karyawan, cobalah ciptakan pandangan bahwa memberikan waktu istirahat yang menyenangkan dengan ketersediaan rest room, menjadi investasi jangka panjang yang perusahaan bisa lakukan. Para karyawan akan merasa lebih mudah untuk meningkatkan kinerja saat pikiran dan raga mereka merasa fit, rest room memberikan wadah agar karyawan bisa meningkatkan performa mereka sebelum bekerja kembali. 
 
Tidak harus ruangan yang luas, cukup dengan design yang nyaman untuk bisa melepas penat saat kamu sudah merasa kehabisan ide. Kamu bisa menempatkan karpet bulu nyaman dengan aneka permainan yang bisa kamu lakukan dengan para karyawan lainnya untuk melepas suntuk atau table tennis juga bisa menjadi alternatif permainan yang menyenangkan untuk dilakukan.

5. Berikan kepercayaan penuh

undefined
Belajar dari perusahaan besar sekelas Adobe, memberikan kepercayaan penuh kepada semua karyawannya menjadi budaya kerja yang dijalankan hingga sekarang. Bahkan peran seorang manager di Adobe bukan untuk mengawasi kinerja para bawahannya, tapi memberikan bimbingan. 
 
Memberikan kepercayaan penuh kepada tim untuk menyelesaikan apa yang menjadi goal mereka, tentu memberikan keleluasaan dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Kesadaran untuk tetap bekerja dengan baik dengan perasaan yang tulus akan memberikan hasil yang jauh lebih baik.
 
Beberapa contoh di atas akan menghasilkan budaya kerja yang menyenangkan dan tentunya mengurangi keputusan karyawan untuk mudah mengajukan resign. Ditambah dengan suasana dan interior kantor yang dibuat lebih santai, tentu memberikan kenyaman bagi karyawan untuk merasa betah berlama-lama di sana  dan menjadikan kantor sebagai rumah kedua mereka. Intinya kebahagian karyawan akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Topik Terkait

loading