Lifestyle

3 July 2020

Kepikiran atau Terobsesi dengan Pendapat Orang Lain? Yuk, Coba Pahami!

Please, jangan diambil pusing ya!
169 Views
Kepikiran Atau Terobsesi dengan Pendapat Orang Lain? Yuk, Coba Pahami! Unsplash/Mikoto.raw
Isu tentang self-conscious memang seakan tidak pernah ada habisnya untuk diulas. Apalagi sebagai manusia kita tidak mungkin untuk menghindar dari yang namanya sebuah hubungan. Baik itu pertemanan, profesional, hingga personal dengan pasangan. 
 
Seseorang yang mengalami self-conscious, akan merasa dirinya diawasi dan selalu diperhatikan oleh orang lain. Gejala ini paling sering muncul saat kita berada di lingkungan baru. 
 
Perasaan takut berbuat kesalahan, menjadi berbeda, atau kurang layak di mata orang memang dapat dirasakan karena manusia memiliki senyawa glutamat dalam dirinya.
 
Bahkan secara alamiah manusia memang tidak suka mendapat citra buruk di mata orang lain. Jadi tak heran jika kamu akan selalu berusaha menunjukkan sisi terbaik yang ada pada dirimu.
 
Saat ada komentar kurang baik yang ditujukan kepadamu, di dalam hati sudah berjanji agar tidak perlu diambil pusing, tapi secara naluriah tetap saja kepikiran. Bahkan, tak sedikit dari kita yang merasa pusing dan akhirnya stres akibat komentar buruk.
 
Perasaan stres yang muncul jika dibiarkan terlalu lama akan memunculkan gejala depresi, lho. Depresi memiliki efek yang tidak bisa dianggap remeh. Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan setiap 40 detik terdapat kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh depresi.
 
Lantas saat kamu mengetahui bahwa memikirkan pendapat orang lain dan memenuhi ekspektasi orang lain tidaklah mudah, lalu apa yang sedang kamu lakukan? 
 
Saat pendapat orang lain mulai mengganggu dan membuat kamu merasa kehilangan jati diri kamu sendiri, kamu perlu berpikir ulang "Apakah kamu hanya kepikiran atau terobsesi dengan pendapat orang lain?"
 
Ada beberapa tanda yang perlu kamu renungi untuk mengetahui apakah kamu sudah terobsesi dengan pendapat orang lain selama ini dan mengorbankan kebahagiaan diri sendiri.

1. Membiarkan orang lain mengambil keputusan atas hidupmu

Membiarkan orang lain mengambil keputusan atas hidupmu Unsplash/Tuan Cao

Kamu adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kehidupan yang kamu jalankan. Saat dihadapkan pada pilihan yang sulit, cobalah untuk dengarkan kata hatimu.
 
Meminta saran dari orang lain bukanlah kesalahan, tapi jangan biarkan pendapat mereka membuat kamu megabaikan apa yang kamu inginkan. 
 

2. Menjalankan hal yang di luar prinsip hidupmu

Menjalankan hal yang di luar prinsip hidupmu Unsplash/Benedict Tahjar

Tak hanya sifat, setiap orang juga memiliki prinsip hidup yang berbeda dan yang perlu kamu tanamkan serta yakini adalah tidak ada yang namanya benar atau salah.
 
Jika menurut orang lain kekayaan menjadi patokan sebuah hidup yang bahagia, kamu tidak perlu mengikuti untuk bisa bergaul dengan mereka atau menyalahkannya. Perbedaan itu ada bukan untuk disamakan, tapi membuat hidup lebih berwarna. Jadi jalankan apa yang kamu yakini.

3. Berusaha memenuhi berbagai ekspektasi orang lain

Berusaha memenuhi berbagai ekspektasi orang lain Unsplash/Anthony Tran

Sebagai manusia yang memiliki banyak kekurangan, memenuhi ekspektasi semua orang adalah sebuah kemustahilan. Setiap orang berhak memiliki harapan terhadap dirimu, tapi jangan biarkan itu merenggut kebebasan kamu dalam bertindak dan menjalankan apa yang kamu yakini dalam hidup ini.

4. Sering merasa stres

Sering merasa stres Unsplash/Raychan

Ketika beban pikiranmu terlalu banyak, tak heran jika fisik ikutan terganggu. Gangguan psikosomatis timbul akibat perasaan stres dan cemas yang sering dibiarkan. Saat sering merasa stres dan seakan tak akan pernah usai, kamu perlu mencoba untuk meditasi atau hipnoterapi. 

5. Merubah kepribadian untuk bisa diterima

Merubah kepribadian untuk bisa diterima Unsplash/Raychan

Setiap orang memiliki kepribadian yang unik, begitu juga dengan kamu. Saat kamu harus merubah kepribadian yang kamu punya hanya untuk bisa diterima oleh orang lain, kamu sudah terobsesi dengan pendapat dan ekspektasi mereka. 
 
Cobalah untuk menghentikannya dan banggalah dengan dirimu sendiri. Untuk menjadi bahagia, tak perlu semua orang menyukaimu, tapi yang dapat menentukan kebahagiaanmu adalah saat kamu bisa menyukai dirimu sendiri apa adanya.
 
Mendengarkan pendapat orang lain tentang dirimu tidak masalah, namun yang jadi masalah saat kamu tidak hanya memikirkannya, tapi juga memusingkan semua pendapat mereka.
 
Kamu tidak memiliki cukup tangan untuk menutup semua pendapat orang lain tentang dirimu, tapi kamu bisa memilih pendapat mana yang ingin kamu dengarkan. Jadi mulai sekarang, hiduplah sesuai dengan apa yang kamu inginkan dan belajar untuk menyayangi diri sendiri setiap hari. 
 
Jika kamu memiliki tanda-tanda di atas, siapkan waktu untuk me time dan berbicara pada diri sendiri agar dapat menyadari bahwa orang lain tidak selalu memikirkan dirimu. Mereka juga punya masalahnya sendiri.
 
Setelah itu ceritakan apa yang kamu rasakan dengan orang yang kamu percayai dan katakan kepadanya kamu tidak butuh solusi hanya teman untuk bercerita. Jika dirasa masih kurang cukup, kamu bisa konsultasi ke psikolog ya...
 


bangga
terinspirasi
terhibur
suka


0 Komentar