Business Tips

20 February 2020

5 Tren Content Marketing yang Akan Ramai di 2020

Engage setiap pasang mata yang melihat!
271 Views
5 Tren Content Marketing di 2020 5 Tren Content Marketing di 2020 Pexels/Fauxels
Memasuki dekade baru di tahun 2020, bukan hanya harapan yang berubah, tapi beberapa tren jug ikut mengalami perubahan dan perkembangan dari tahun ke tahun, tak terkecuali dengan content marketing
 
Perubahan content marketing dari tahun ke tahun bukanlah tanpa alasan. Pada dasarnya setiap orang akan terus berubah dan content marketing harus terus bisa menyesuaikan diri dalam menghasilkan konten yang bukan hanya kreatif, namun juga efektif. 
 
Agar dapat memenangkan hati audiens lewat content marketing, Tom Kenny, Chief Strategy Officer di Ogilvy dengan gamblang mengatakan "Put yourself in their shoes."Artinya, dalam membuat content marketing tulislah dari perspektif audiens yang coba kamu raih. Hal apa saja yang mereka pedulikan? Apa saja yang mereka khawatirkan? Bagaimana mereka berbicara? Dan hal apa yang membuat mereka semangat? Semua hal tersebut harus dipertimbangkan dalam membangun ide pembuatan content marketing
 
Bagi marketers di tahun 2020 ini, tantangan yang dihadapkan semakin besar dalam menciptakan konten yang dapat menarik perhatian audiens dan juga bernilai lebih di mata mereka. Oleh sebab itu, kelima tren content marketing di 2020 ini bisa membantu kamu dalam pembuatan konten. 

1. Data-Driven Creativity

Data-Driven Creativity Data-Driven Creativity Pexels/Fauxels

Di setiap bisnis, data memiliki peran yang besar dalam faktor pengambilan keputusan. Pasalnya, bukan hanya membantu tim marketing dapat mengetahui pola atau perilaku konsumen dalam membeli barang, tapi juga mengetahui produk atau servis apa yang paling disukai oleh konsumen.
 
Sekarang dengan perkembangan teknologi yang lebih pesat, data mulai mengambil peran yang lebih besar dalam proses pembuatan konten. Lewat data-driven creativity, tim kreatif mampu mendapatkan insight yang tepat tentang audiens agar dapat menciptakan konten yang relevan serta personal.
 
Salah satu brand lokal yang terkenal dapat memanfaatkan data-driven creativity dengan tepat adalah Gojek. Lewat data-driven creativity, Gojek mampu menciptakan campaign #PastiAdaJalan. Lewat hashtag ini, Gojek ingin semua penggunanya percaya bahwa bersama Gojek apa pun yang ingin diraih selalu ada cara untuk mencapainya.

2. User-Generated Content

User-Generated Content User-Generated Content Unsplash/Gianandrea Villa

Dahulu sebelum teknologi berkembang, konten umumnya dibuat oleh pihak brand atau agensi yang menaunginya, tapi sekarang semakin mudahnya dan murahnya akses teknologi, siapa pun bisa membuat konten sendiri. 
 
User-Generated Content atau yang dikenal dengan nama User-Created Content adalah konten yang dibuat oleh pengguna dan dipublikasikan lewat media digital. Biasanya orang yang membuat konten adalah mereka yang dengan sukarela ingin me-review produk yang telah digunakan. 
 
User-Generated Content memberikan pengaruh yang besar terhadap reputasi dan kepercayaan konsumen terhadap sebuah brand. Pada dasarnya, setiap konsumen akan lebih mendengarkan testimoni yang diberikan oleh orang lain, ketimbangn iklan yang dibuat oleh brand tersebut. 
 
Di 2019 lalu, brand yang berhasil membuat banyak netizen dunia sibuk melakukan review adalah Apple. Kemunculan iPhone 11 dengan design 3 kamera di belakang mencuri perhatian banyak orang untuk berlomba-lomba melakukan review produk. Hasilnya, meski banyak meme yang bertebaran tentang kamera iPhone yang mirip dengan boba, produk Apple tetap sukses di pasaran. 
 
Baca Juga

3. Menyajikan Podcast

Menyajikan Podcast Menyajikan Podcast Pexels/Christina Morillo

Tren mendengarkan podcast jadi hiburan yang mulai banyak digemari banyak orang. Tercatat dari survei yang dilakukan DailySocial bersama JakPat Mobile Survey Platform memaparkan, 67.97% masyarakat di Indonesia sudah familiar dengan podcast dan dari total masyarakat yang sudah familiar, 80.82% di antaranya mendengarkan podcast. 
 
Tidak bisa dipungkiri bahwa, kehadiran podcast membawa tren baru dalam memperoleh informasi. Di mana setiap audiens yang mendengarkan podcast bisa memilih materi apa yang benar-benar mereka butuhkan dan dapat didengarkan secara fleksibel. 
 
Kepopuleran podcast menjadi peluang yang besar bagi marketers untuk bisa meningkatkan brand awareness. Lewat podcast, brand dapat membahas konten secara lebih personal dan dalam dengan mendatangkan narasumber yang kompeten di bidangnya. 

4. Video Content Creation

Video Content Creation Video Content Creation Unsplash/Kal Visuals

Berkreasi dengan menyajikan konten video masih menjadi tren content marketing di 2020. Konsumen modern yang notabennya adalah generasi milenial memiliki ketertarikan yang lebih tinggi saat menerima konten video dari brand yang mereka sukai. Sejalan dengan hal tersebut, ComScore mengungkapkan dari hasil survei yang dilakukan, setidaknya 79% generasi milenial akan mencari konten video yang bersifat personal di channel Youtube. 
 
Ketertarikan yang besar akan konten video, membuat brand tidak hanya menggarap web series dan Q&A sebagai media soft selling mereka, tapi juga memanfaatkan fitur Instagram Stories agar bisa meningkatkan engagement.  

5. Ciptakan konten personal lewat newsletter

Ciptakan konten personal lewat newsletter Ciptakan konten personal lewat newsletter Unsplash/John Schnobrich

Kehadiran newsletter masih sangat berguna untuk menjaga dan mempertahankan hubungan dengan para konsumen. Namun, tren konten newsletter selalu berubah dari tahun ke tahun. Di 2020 ini, konsumen semakin pintar dalam memilih konten. Mereka akan lebih tertarik jika konten yang diberikan lebih personal dan relate dengan kebutuhan mereka sekarang.
 
Manfaat lainnya dari kehadiran newsletter adalah dapat membuktikan kredibilitas sebuah brand, meningkatkan brand awareness, mengedukasi produk, membangun pelayanan, hingga meningkatkan kunjungan ke website. 
 
Kelima tren content marketing di atas bisa menjadi acuan bagi marketers saat ingin merencanakan pembuatan konten. Selain mengikuti tren, brand atau marketers yang bisa mendengarkan konsumennya dengan baik tidak hanya bisa menciptakan konten yang kretif tapi juga efektif dan berkesan di hati mereka. Selamat mencoba :)
 
 
0 Suka