Business Tips

10 June 2019

5 Langkah Mudah Melakukan Riset Pasar Bagi Usaha Baru

Melakukan riset pasar buat usaha kamu makin lancar!
5 Langkah Mudah Melakukan Riset Pasar Bagi Usaha Baru 5 Langkah Mudah Melakukan Riset Pasar Bagi Usaha Baru Unsplash/You X Ventures
Memiliki keingian untuk membangun usaha berarti kamu sudah siap atas segala konsekuensi yang akan kamu alami nantinya. Konsekuensi ini meliputi banyak aspek, entah itu dari segi waktu yang akan banyak tersita, pikiran, hingga dari segi keuangan.
 
Sebagai langkah awal untuk membangun usaha perlu diperhatikan untuk tidak hanya asal membuat produk yang kamu sukai, tapi kombinasikan dengan apa yang memang dibutuhkan orang lain dan tuangkan menjadi sebuah produk atau layanan yang bernilai jual.
 
Kenyataanya tidak semua orang bisa kamu raih untuk menjadi pelanggan, karenanya melakukan riset pasar menjadi langkah dasar yang harus kamu lakukan untuk memulai usaha. Banyak orang yang beranggapan bahwa melakukan riset sangat rumit untuk dilakukan dan akhirnya membuat kamu menyerah, padahal ada 5 langkah yang bisa kamu lakukan untuk agar riset pasar terkesan lebih mudah.

1. Mulailah dengan mengidentifikasi siapa target audiens kamu

Mulailah dengan mengidentifikasi siapa target audiens kamu Mulailah dengan mengidentifikasi siapa target audiens kamu Pexels/Kaique Rocha

Mengidentifikasi berarti kamu harus memahami siapa sebenarnya target audiens yang ingin kamu raih dari sekian banyaknya audiens yang ada di Indonesia. Untuk mulai mengidentifikasikannya, kamu bisa menggunakan buyer persona. Secara mudah buyer persona merupakan representasi karakter dari pembeli idel yang ingin kamu raih.
 
Buyer persona tidak serta merta muncul secara begitu saja, kamu butuh informasi yang tepat dan akurat agar buyer persona yang kamu buat sesuai dengan target audiens yang sebenarnya. Untuk memperoleh informasi yang bisa kamu gunakan sebagai buyer persona, kamu bisa menggunakan informasi dari hasil analytics di media sosial, melihat insight dari Googel Analytics jika usaha kamu sudah memiliki website, atau jika ingin lebih dalam kamu bisa melakukan wawancara.
 
Dari semua informasi yang didapatkan kamu bisa merencanakan konsep konten yang tepat, tampilan gambar yang sesuai, media sosial yang paling cocok untuk digunakan, dan strategi pemasaran seperti apa yang akan digunakan.

2. Kenali kebiasaan target audiens dalam melakukan pembelian

Kenali kebiasaan target audiens dalam melakukan pembelian Kenali kebiasaan target audiens dalam melakukan pembelian Unsplash/Gyorgy Bakos

Setiap orang memiliki dasar yang berbeda saat memutuskan untuk membeli sebuah barang, ada yang membeli karena faktor kebutuhan, tren, atau karena barang tersebut prestise saat digunakan. Faktor pendorong dalam berbelanja ini berkaitan erat dengan kebiasaan dan gaya hidup seseorang.
 
Mengetahui kebiasaan seseorang dalam melakukan pembelian akan membantu kamu dalam membuat produk yang memang selalu ditunggu oleh target audiens yang kamu tuju, meski produk tersebut bukan yang mereka butuhkan, tapi produk tersebut yang mereka inginkan.
 
Baca Juga:
Mengambil Peluang Bisnis Kedai Kopi yang Makin Populer di Indonesia

3. Lakukan survei untuk memperdalam pengetahuan

Lakukan survei untuk memperdalam pengetahuan Lakukan survei untuk memperdalam pengetahuan Pexels/Lukas

Setelah buyer persona, kamu bisa melakukan survei untuk menggali dan memperdalam pengetahuan kamu tentang apa yang target audiens inginkan dan masalah apa yang sering mereka hadapi. Agar survei berjalan dengan lancar, kamu bisa memberikan mereka reward berupa sampel produk yang kamu punya atau free tiket untuk menikmati layanan di tempat usaha kamu.
 
Selain survei manual, kamu juga bisa melakukan survei yang lebih mudah dengan menggunakan customize survey dari HIGOspot. Kamu bisa pilih lokasi yang paling tepat untuk menampilkan survey di beberapa merchant dan area publik HIGOspot dan biarkan audiens mengisinya di landing page mereka.

4. Gali lebih dalam keunggulan produk yang kamu ciptakan

Gali lebih dalam keunggulan produk yang kamu ciptakan Gali lebih dalam keunggulan produk yang kamu ciptakan Unsplash/Allef Vinicius

Hampir setiap produk yang kamu ciptakan sudah pernah dibuat oleh orang lain, sehingga saat barang yang kamu ciptakan bukan sebuah barang yang inovatif, maka galilah lebih dalam apa yang membuat produk kamu berbeda dari produk yang sudah ada. 
 
Menggali lebih dalam keunggulan produk akan membantu kamu dalam melakukan riset pasar secara lebih jelas. Kamu akan memiliki guide yang tepat untuk menentukan target audiens seperti apa yang ingin kamu raih dengan produk yang kamu miliki. 

5. Cari tahu strategi pemasaran yang dilakukan kompetitor

Cari tahu strategi pemasaran yang dilakukan kompetitor Cari tahu strategi pemasaran yang dilakukan kompetitor Pexels/Startup Stock Photos

Sebagai usaha yang terbilang baru, belajar bagaimana strategi yang dilakukan oleh kompetitor akan memberikan insight lebih tentang apa kekurangan dan kelebihan strategi yang telah dilakukan oleh kompetitor kamu. Dengan begitu kamu bisa mengetahui dan merancang strategi pemasaran yang paling tepat untuk dilakukan.
 
Buat kamu yang sedang merencanakan untuk memulai sebuah usaha, atau sedang menjalankan usaha, bukan hanya faktor modal yang penting untuk dipenuhi. Jauh daripada itu, dengan memastikan bahwa riset pasar yang kamu lakukan tepat akan membuat usaha yang kamu rintis dapat bertahan dengan lama. 
 
Baca Juga:
Tren Cashless A la Milenial dengan Uang Elektronik
5 Manfaat Branding Untuk Menarik Perhatian Konsumen
5 Langkah Membangun Teamwork yang Solid Untuk Perusahaan Baru